Judul post ini adalah kalimat yang sering terdengar dan sering terucap selama pelaksanaan ospek kemarin. Belum menghayati kalimat tersebut, karena status mahasiswa baru saya sandang selama tiga hari terhitung hari Senin. Lalu bagaimana perkuliahan?
Entah karena belum termasuk jadwal praktikum, atau memang akan begini, kesannya jadwal longgar ya. Banyak sekali waktu senggang (yg kalau tidak dimanfaatkan dgn baik bisa jadi bumerang untuk kita sendiri) lalu yaaa di kelas sih belum terlihat perbedaan yg signifikan. Kecuali perihal pertemanan, yg notabene orang2 cuma datang duduk mendengarkan pulang, tidak ada sela2 waktu untuk ngobrol2 layaknya di bangku sekolah dulu. Obrolan dilakukan sebelum dan sesudah kelas saja. Hm.
Paling tidak selama ospek kemarin saya mendapat teman2 baru. Starter untuk mengawali kuliah. Tapi udah kenal2 sama orang2nya, eeeh gak sekelas semua. Dipisah2 lagi. Mulai dari 0 lagi deh. Dan satu pelajaran lagi, UGM jelas berusaha mengajarkan anak didiknya untuk menjadi lulusan yang dapat berkontribusi untuk masyarakat, untuk tetap menjunjung tinggi nasionalisme, untuk tidak melupakan jati diri kita sebagai warga negara Indonesia, sebagai generasi muda tumpuan bangsa. I guess this is a lesson you can't get when you study abroad. Hanya didapat di tanah air tercinta ini.
So yeah, doakan saja. Semua masih abu2 sekarang, saya masih struggling untuk adaptasi di dunia perkuliahan yang benar2 baru ini. Tapi sejauh ini Jogja bikin saya betah. See you soon! :D
0 shouts:
Post a Comment