Saturday, October 02, 2010

Two

There are two things I want to write about right now.

Teman saya Poe hari Senin akan berulang tahun yang ke 17, yang kalo kata orang2 adalah "Sweet Seventeen". Beberapa teman saya juga sudah berulang tahun sejak masuk kuliah. Mereka berulang tahun disini. Di Jogja. Di tempat yang baru. Yang orang2nya juga baru. Lantas?

Ulang tahun biasanya adalah hari yang spesial. Hari dimana kita terbangun lalu liat hp dan menyadari bahwa hari itu alhamdulillah kita bertambah usia. Pagi2 bertemu keluarga lalu berangkat ke sekolah ketemu temen2 yang alhamdulillah ada yg inget lalu jadi ramai2 menyanyikan happy birthday. Mungkin dalam hidup kita, kita sudah mengalami berapa banyak ulang tahun serupa di atas, atau bahkan dibumbui dengan surprise, pesta, syukuran, dll. Oiya, tak lupa wall fb tiba2 banjir ucapan, begitu juga dengan inbox hp. Mulai dari keluarga, teman terdekat, sampai orang2 yang sama sekali random (di facebook misalnya).

Tapi. Ada sesuatu yang berubah, mulai sekarang. Bagaimana rasanya berulang tahun di lingkungan baru? Tempat baru? Dengan tidak banyak orang yang kenal anda, apalagi mengingat ulang tahun anda, dengan teman dekat yang juga tidak seberapa, dengan suasana yang biasa2 saja tidak ada bedanya dengan hari2 lainnya? Hal ini begitu menggelitik. Apa rasanya kalau hari itu kita ulang tahun, tapi karena baru2 kenal, jadi cuma sedikit yg nyelametin? Cuma sedikit yang tahu dan sadar?

Bulan Desember nanti insya Allah akan berumur 19. Bukan umur yang sedikit. Saya kini menerka2, apa yang akan saya lakukan di hari itu, bagaimana saya melewatinya, dengan siapa saya harus berbagi kebahagiaan? Karena begitu sedih bukan apabila pagi itu datang ke kampus dan banyak orang menyapa kita tapi tidak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun? Dari dulu mungkin ucapan itu terdengar biasa saja, tapi entah mengapa sekarang saya bisa lebih menghargainya. Lebih mewah. Makanya sekarang saya berusaha untuk menyelametin teman saya apabila ada yg berulang tahun, lewat media apapun.

Semoga nanti di hari ulang tahun saya, akan jadi hari yang baik. Dengan paling tidak ada beberapa orang yg nyelametin di kampus. Jangan muluk2 mengharapkan sekelas dengan jumlah 70 orang serentak menyanyikan Happy Birthday. Ini bukan lagi masa2 sekolah. Apalagi dibumbui kejutan2. Ini bukan SMA. Yah. Semoga jadi hari yang baik dan menyenangkan. Itu saja. Amin.

**

Sabtu lalu, di mobil Dita yang isinya ada Tissa saya dan Dayat, kita melewati Grha Sabha Pramana (GSP) dan di dekat situ ada janur kuning.
Lalu kata Dayat, "Eh kan GSP juga bisa buat nikahan."Gatau kenapa, saya tiba2 langsung ngomong begini, "Wah, aku mau ah nanti nikah di GSP."

Ya. Sejak hari itu saya jadi punya angan2 untuk menikah di Jogja, di GSP tepatnya. Tapi ada yang mengganjal juga dari angan2 itu. Bagaimana dengan teman2 saya yang tidak berdomisili di Jogja? Kata Dayat, sewa gerbong kereta api. Kata Dita, kirimin tiket pesawat. Kata Tissa, bikin resepsi dua kali, yang satu lagi di Jakarta. Hm. Ketiganya mungkin sih.

Haha. Random ya? Gatau deh apa ya reaksi emak bapak mendengar keinginan saya ini. Yaaa tergantung juga sih calon mempelai pria nya orang mana. Tau2 bukan orang Jawa kan yaaa sulit juga kalo mau disini. Tapi ya sebatas berangan2, boleh kan? ;)

0 shouts: